Arab Saudi Mulai Haji Tahun Ini Dengan Jamaah Terbatas

0
Ilustrasi Haji (dok. AP/Pool)

Riyadh -Ibadah haji tahun ini dengan jumlah jemaah terbatas di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) akan mulai digelar di Arab Saudi pada Sabtu (17/7/2021) waktu setempat. Hanya penduduk yang telah divaksinasi penuh yang diizinkan menjalankan ibadah haji tahun ini.

Ini berarti para jemaah asal luar negeri sudah dua tahun tidak bisa menjalankan ibadah haji di Saudi. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (15/7/2021).

Otoritas Saudi berupaya untuk mengulangi kesuksesan tahun lalu saat pelaksanaan ibadah haji terbatas berhasil digelar tanpa memicu wabah baru Corona.

Untuk tahun ini, otoritas Saudi mengizinkan 60.000 penduduknya untuk berpartisipasi — lebih tinggi daripada tahun 2020, tapi menurun drastis dibandingkan masa-masa normal sebelum pandemi. Tahun 2019, sekitar 2,5 juta jemaah dari seluruh dunia berpartisipasi dalam ibadah haji.

Para jemaah akan mulai tiba pada Sabtu (17/7) waktu setempat, atau sehari sebelum pelaksanaan ibadah haji resmi dimulai.

Awal bulan ini, Kementerian Urusan Haji Saudi menyatakan pihaknya mengupayakan ‘tindakan pencegahan tingkat tertinggi’ terkait pandemi dan kemunculan varian baru Corona.

Kementerian Urusan Haji Saudi menyatakan bahwa para jemaah haji tahun ini dipilih dari 558.000 pelamar lebih melalui sistem pemeriksaan online. Ibadah haji tahun ini hanya terbatas untuk para jemaah yang sudah divaksinasi Corona sepenuhnya dan berusia 18-65 tahun tanpa ada riwayat penyakit kronis.

Selain menerapkan langkah-langkah social distancing yang ketat, kementerian juga menyatakan akan memperkenalkan ‘kartu haji cerdas’ yang memberikan akses bebas kontak ke kamp-kamp, hotel dan bus untuk mengangkut para jemaah ke situs-situs keagamaan.

Sistem kartu ini juga akan membantu melacak jika ada jemaah yang hilang.

Tidak hanya itu, otoritas Saudi juga mengerahkan robot-robot berwarna hitam-putih yang akan menyediakan botol-botol berisi air Zamzam. Hajar Aswad pada Kakbah di Mekah — yang menjadi kebiasaan namun tidak wajib untuk disentuh saat ibadah haji — diharapkan akan dijauhkan dari jangkauan para jemaah.

Sejauh ini, otoritas Saudi mencatat lebih dari 503.000 kasus Corona, dengan lebih dari 8.000 kematian. Lebih dari 20 juta dosis vaksin telah disuntikkan di negara dengan populasi melebihi 34 juta jiwa ini.

Tahun lalu, ibadah haji digelar dengan skala terkecil sepanjang sejarah modern, dengan otoritas Saudi awalnya menyebut hanya 1.000 jemaah yang diizinkan namun media lokal menyebut sampai 10.000 jemaah yang berpartisipasi. Tidak ada penularan baru Corona selama ibadah haji tahun lalu.

Otoritas Saudi mendirikan beberapa fasilitas kesehatan, klinik-klinik keliling dan ambulans untuk melayani para jemaah, yang dibawa ke situs-situs keagamaan dalam kelompok-kelompok kecil. Para jemaah juga diberi semacam amenity kits yang berisi bebatuan steril untuk ritual lempar jumroh, disinfektan, masker, sajadah dan ihram yang terbuat dari bahan antibakteri.

(nvc/ita/detik)





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini