Banjir Jeddah Arab Saudi Bikin Jalan Lumpuh dan Telan Korban Jiwa

0
Jakarta – Banjir melanda kota Jeddah di Arab Saudi hingga membuat ruas jalan yang menghubungkan dengan kota Mekah sempat lumpuh. Ada dua orang korban meninggal dunia dalam peristiwa banjir itu.

Dihimpun detikcom dari Arab News dan Middle East Eye, banjir melanda Jeddah pada Kamis (24/11) waktu setempat. Banjir dipicu oleh curah hujan yang mencetak rekor tertinggi.

Berikut 5 fakta banjir yang terjadi di Jeddah:


1. Banjir Ganggu Lalu Lintas

Banjir di Jeddah dilaporkan mengganggu lalu lintas. Banjir juga merendam mobil-mobil di jalanan.

Selain itu, banjir juga memicu penundaan penerbangan di Bandara Internasional King Abdulaziz, memaksa sekolah-sekolah diliburkan dan memblokir ruas jalan ke Mekah, kota tersuci dalam Islam.

Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) melaporkan secara terpisah bahwa ruas jalan yang menghubungkan Jeddah dan Mekah ditutup pada Kamis (24/11) waktu setempat begitu hujan mengguyur. Saat ini, sebut SPA, ruas jalanan itu telah kembali dibuka.

Saluran televisi Al-Ekhbariya menunjukkan tayangan para jemaah di Masjidil Haram, Mekah, yang mengelilingi Kakbah di bawah guyuran hujan lebat.

Jeddah merupakan kota berpenduduk 4 juta jiwa yang terletak dekat dengan Laut Merah dan kerap disebut sebagai ‘gerbang ke Mekah’, di mana jutaan orang menunaikan ibadah haji dan umrah setiap tahunnya.

2. Curah Hujan di Jeddah

Menurut Pusat Meteorologi Nasional Saudi, curah hujan di area selatan Jeddah pada Kamis (24/11) sekitar pukul 08.00 hingga pukul 14.00 waktu setempat, tercatat mencapai 179 milimeter. Angka itu tercatat sebagai curah hujan tertinggi yang pernah tercatat.

Curah hujan itu juga melampaui angka curah hujan yang tercatat tahun 2009 lalu, ketika sedikitnya 123 orang tewas akibat banjir bandang di Jeddah.

3. Imbauan Pemerintah

Juru bicara otoritas pertahanan sipil Saudi di Mekah mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah kecuali ada keperluan mendesak.

“Dua kematian tercatat sejauh ini, dan kami menyerukan semua orang tidak pergi keluar kecuali diperlukan,” demikian seruan pemerintah regional Mekah via Twitter.

4. Pernyataan KJRI Jeddah

Konjen RI Jeddah Eko Hartono mengatakan Kota Jeddah diguyur hujan pada Kamis (24/11) waktu setempat. Banjir terjadi di wilayah yang rendah.

“Bahwa memang kemarin hujan deras di Jeddah dan sekitarnya, itu mulai jam setengah 8 pagi sampai sekitar jam 12 siang. Karena hujan deras itu, disertai guntur dan sebagainya, memang kemudian membuat beberapa wilayah Jeddah terkena,” kata Eko saat dihubungi, Jumat (25/11/2022).

Eko menyebut banjir mayoritas menggenangi jalan-jalan di sepanjang kota. Air terutama menggenangi underpass.

“Terutama daerah-daerah rendah, seperti misalnya underpass, beberapa underpass memang tergenang. Sampai (Jumat) pagi ini ada beberapa underpass yang tergenang, tapi sempat ditutup kemarin,” tutur Eko.

Eko menjelaskan penyebab terjadinya genangan di sepanjang kota. Dia menyebut Jeddah minim dengan drainase.

“Kenapa ada genangan di banyak tempat, karena sistem drainase sini hampir nggak ada. Kan di sini jarang hujan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan banjir Jeddah tidak sedahsyat yang digambarkan di media sosial. Dia menyebut pemerintah setempat telah melakukan sejumlah langkah antisipasi.

“Kalau menurut saya tidak sedahsyat itu, ada di beberapa tempat yang tergenang, tapi karena pemerintah daerah belajar dari pengalaman dulu tahun 2009 waktu parah itu, kemudian beberapa jalan segera ditutup. Terutama underpass, sehingga sejauh ini korban hanya dua yang dilaporkan ada dua meninggal,” katanya.

Eko menduga unggahan di media sosial itu adalah peristiwa banjir pada tahun sebelumnya. Dia menyebut tidak ada mobil yang terseret dalam banjir kali ni.

“Saya menduga beberapa yang tampil di medsos itu kejadian tahun lalu sehingga ada mobil yang sampai terseret arus, nggaklah. Menurut saya di kota ini nggak. Genangan di mana-mana tapi nggak kemudian sampai mobil terseret ke mana-mana,” katanya.

5. KJRI Pastikan WNI Aman

KJRI Jeddah, Arab Saudi memastikan bahwa tidak ada WNI yang terdampak banjir di wilayah tersebut. KJRI menyebut seluruh WNI yang ada di Jeddah dalam kondisi aman.

“Enggak, nggak ada. Jadi sejauh ini menurut pantauan kami tidak ada WNI yang terdampak. Artinya terdampak ini dalam arti luka, atau bahkan meninggal nggak ada,” Konjen RI Jeddah Eko Hartono saat dihubungi, Jumat (25/11).

Eko menyebut banjir terjadi pada Kamis (24/11) setelah Jeddah diguyur hujan deras dari padi hingga siang. Dia menyebut pada saat banjir itu, WNI hanya terdampak kemacetan di jalan raya yang tergenang.

“Terdampak dalam arti kemarin kena macet ya, iya biasa. Tidak ada korban dari pihak kita, aman semua WNI,” katanya.

(knv/detik)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here