Berlaku 1 Januari, Ini Kelompok yang Masih Mendapat Vaksin COVID-19 Gratis

41
vaksin
Jakarta – Edaran terbaru Kementerian Kesehatan RI mengatur dua kelompok yang masih akan mendapat vaksinasi COVID-19 secara gratis melalui vaksinasi program. Di luar kelompok tersebut, vaksin dapat diakses secara mandiri mulai 1 Januari 2024.

Tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Kemenkes RI NOMOR HK.02.02/E/2571/2023 tentang Penyediaan Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Pilihan, pelaksanaan imunisasi program dan imunisasi pilihan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2023 akan dimulai tepat di awal 2024.

Sebelumnya, sasaran imunisasi COVID-19 program telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/2193/2023 tentang Pemberian Imunisasi CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) Program. Terdapat 2 kelompok yang menjadi sasaran program dalam aturan tersebut:

Kelompok sasaran yang belum pernah menerima vaksin COVID-19 sama sekali, terdiri dari lanjut usia, lanjut usia dengan komorbid, dewasa dengan komorbid, tenaga kesehatan yang bertugas di garda terdepan, ibu hamil, dan remaja usia 12 (dua belas) tahun ke atas dan kelompok usia lainnya dengan kondisi immunocompromized (orang yang mengalami gangguan sistem imun) sedang-berat; dan Kelompok sasaran yang sudah menerima minimal 1 dosis vaksin COVID-19, terdiri dari lanjut usia, lanjut usia dengan komorbid, dewasa dengan komorbid, tenaga kesehatan yang bertugas di garda terdepan, ibu hamil, dan remaja usia 12 (dua belas) tahun ke atas dan kelompok usia lainnya dengan kondisi immunocompromized (orang yang mengalami gangguan sistem imun) sedang-berat.

Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Dr Rizka Andalucia Apt dalam edarannya menegaskan, kelompok di luar sasaran imunisasi program tetap dapat mengakses vaksin COVID-19 secara mandiri melalui imunisasi pilihan. Vaksin mandiri akan tersedia di seluruh fasilitas layanan kesehatan.

“Vaksin COVID-19 yang digunakan untuk imunisasi pilihan harus yang sudah memiliki NIE dari BPOM dan didapatkan dari distributor resmi yang ditunjuk oleh produsen,” tulis Rizka.

Dalam edaran Dirjen Farmalkes, terdapat 2 kelompok sasaran imunisasi program:

Kelompok masyarakat berisiko tinggi kematian dan penyakit parah akibat infeksi COVID-19 yaitu lanjut usia dan dewasa muda dengan komorbid dan obesitas berat,
Kelompok berisiko lainnya yang memerlukan perhatian, yaitu dewasa, remaja usia 12 (dua belas) tahun ke atas dengan kondisi immunocompromised sedang-berat, wanita hamil, dan tenaga kesehatan yang bertugas di garda terdepan.

(up/detik)





41 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini