BNNP Sumsel Ungkap Kasus 115 Kg Narkotika Sabu Jaringan Myanmar-Aceh-Sumsel

0
foto/ahmadi/rakyat pembaruan

PALEMBANG,rakyatpembaruan.com

Tim Gabungan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel berhasil menggagalkan upaya peredaran ratusan kilogram Narkotika jenis Sabu seberat 115 Kilogram (Kg) dari Tersangka Nurhasan (47), Selasa 24 Januari 2023 sekitar pukul 11.30 WIB di Jalan Kolonel Dani Efendi, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami Palembang. BNNP Sumsel memastikan status pelaku merupakan seorang distributor sekaligus bandar di wilayah Sumsel, dengan pasar Palembang dan Sumsel.

foto/ahmadi/rakyat pembaruan

Hal ini diungkapkan Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Djoko Prihadi saat jumpa pers ungkap kasus tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu seberat seberat 115 Kilogram (Kg) di kantor Pusat BNNP Sumsel Jakabaring, Senin (30/1/2023).

Brigjen Pol Djoko Prihadi menuturkan, jaringan ini juga melibatkan jaringan Internasional dilihat dari kemasannya merupakan barang baru.

“Didalamnya ada lambang hologram gambar Naga dan Diamond bertuliskan excellent, artinya batang ini cukup bagus dan sudah dicek Labfor Polda memang cukup bagus dan benar Sabu,” tegasnya.

Barang ini sendiri berasal dari golden tree angle (Segitiga Emas) Narkoba, yakni Laos, Myanmar dan Thailand.

“Ini informasi untuk produksi pabrikannya di Myanmar, memang di Myanmar, Thailand, dan Laos Utara ini merupakan daerah tempat mereka memproduksi dan daerah yang sulit di jangkau oleh aparat keamanan negara setempat maupun gabungan sehingga leluasa memproduksi,” ungkapnya.

Brigjen Pol Djoko Prihadi mengatakan barang tersebut didistribusikan dari Aceh melalui Pekanbaru, Dumai, kemudian dibawa ke Palembang.

“Kita mendapatkan informasi melalui pengembangan intelijen IT, bahwa akan ada distribusi Sabu berasal dari Aceh melalui Pekanbaru, Dumai, lalu langsung dilakukan pengecekan dilapangan.

Ternyata terjadi transaksi penyerahan Sabu seberat 115 ke wilayah Palembang, Sumsel,” ujarnya, Senin 30 Januari 2023.

Dirinya menjelaskan, bahwa pelaku menggunakan jalur darat dalam bertransaksi barang dengan menggunakan mobil Toyota Avanza warna silver nopol BA 1866 KB.

“Saat dilakukan penangkapan, mobil tersebut dikemudikan oleh pelaku. Jadi awalnya barang dan kendaraan ini diantar oleh kurir dari Pekanbaru, Dumai, langsung diserahkan kepada pelaku di Palembang dengan tidak berganti mobil, langsung diserahkan kuncinya,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, bahwa pelaku sebagai pengendali dan distributor wilayah Sumsel.

“Barang ini terindikasikan didistribusikan ke wilayah PALI, Musi Banyuasin, OKI, dan Lampung,” pungkasnya.(adi/rp)