Cerita Bocah Cianjur Bertahan Hidup 3 Hari di Reruntuhan Gempa, Ibu dan Nenek Meninggal

0
Azka menjalani perawatan di RSUD Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23-11-2022). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
Jakarta – Seorang bocah 6 tahun bernama Azka Maulana Malik (6) dievakuasi dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan. Azka selamat setelah terjebak di reruntuhan rumah berlantai tiga akibat gempa M 5,6 di Desa Nagrak, Cianjur, selama 3 hari.

Namun nenek dan ibunya Azka ditemukan lebih dulu pada Selasa (22/11) dalam kondisi meninggal dunia. Nenek Azka ditemukan di kamar mandi, sedangkan ibunya di ruangan berbeda.

Kemarin udah kita temuin (dengan keadaan) meninggal,” kata Danru Rescue 1 Damkar Kabupaten Bogor Arman Riyanto saat dihubungi, Rabu (23/11/2022).

Damkar Kabupaten Bogor merupakan bagian dari tim SAR gabungan. Azka itu diselamatkan sekitar pukul 11.30 WIB siang tadi.


“Tadi ya setelah pencarian hari ketiga, dari SAR gabungan, kita fokus mencari,” ucapnya.

Detik-detik Penyelamatan

Arman menceritakan detik-detik penyelamatan bocah korban gempa itu. Mulanya tim SAR sedang membongkar puing-puing di lokasi.

“Kemudian tiba-tiba di bawah, jadi di tempat dia itu masih ada celah buat dia bergerak,” ujarnya.

Petugas mendobrak puing-puing tersebut. Setelah didobrak, bocah tersebut ditemukan dalam kondisi selamat.

“Setelah selamat, langsung dibawa oleh tim medis, karena kita fokus evakuasi,” terangnya.

Saat ditemukan, bocah tersebut dalam keadaan ketakutan. Petugas segera memberinya air mineral.

Detik Detik Azka Raih Lengan Petugas
Aulia Solihanto, Petugas SAR menceritakan Petugas gabungan awalnya menggali di sejumlah titik yang diperkirakan terdapat korban di rumah yang ambruk di Kampung Rawacina tersebut.

Saat menggali di titik lokasi kamar, ditemukan tangan anak kecil. Ketika petugas menyulurkan lengan, tangan bocah itu tiba-tiba menarik lengan petugas.

Seketika petugas pun langsung berusaha menggali dan mengangkat puing-puing bangunan di sekitar titik bocah tersebut.

“Awalnya kita tidak tahu apakah korban selamat atau tidak. Ketika menemukan tangan anak kecil, dan ternyata tangan tersebut menahan lengan petugas, dipastikan anak tersebut masih hidup. Makanya kami berusaha secepatnya bisa mengevakuasi korban,” ujar dia saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu ( 23/11/2022).

Usai berhasil menjebol tembok yang menghalangi tubuh korban, akhirnya bocah tersebut berhasil dievakuasi dengan selamat.

“Korban selamat, tidak ada luka. Tapi korban dehidrasi karena tiga hari tertimbun tanpa minum. Makanya kita langsung beri minum dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bocah tersebut berhasil selamat karena tidak tertimpa langsung reruntuhan bangunan yang runtuh. Korban yang sedang bermain handphone di kamarnya berhasil terselamatkan setelah tembok terhalang kasur yang berada di sampingnya.

“Informasi yang kami terima, saat kejadian korban sedang video call di kamar. Puing bangunan tertahan kasur, masih ada ruang dan ada rongga untuk udara masuk, sehingga korban bisa bernafas dan selamat,” kata dia.

Sayangnya, ibu dan nenek dari bocah tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Jadi yang tertimbun itu satu keluarga, anak, ibu, dan neneknya. Anaknya yakni Azka berhasil selamat, sedangkan ibu ditemukan meninggal kemarin dan neneknya ditemukan meninggal tadi sore,” kata dia.

(rdp/lir/yum/detik)







LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here