Geger Jasad Alien Dipamerkan di Parlemen Meksiko, Berujung Hujan Kritik

0
Jasad dua makhluk 'bukan manusia' dan diduga alien dipresentasikan pada sidang kongres di Mexico City. Demo ini pun memicu perdebatan di seluruh dunia. (REUTERS/Henry Romero) Ahli ufologi Jaime Maussan, yang bicara di bawah sumpah di kongres, mengklaim ‘jasad’ tersebut merupakan sisa-sisa fosil makhluk luar angkasa berusia 1.000 tahun. (REUTERS/Henry Romero)
Mexico City – Dua jasad disebut makhluk bukan manusia dan diklaim sebagai alien yang dipamerkan dalam sesi rapat dengar pendapat soal UFO di gedung parlemen Meksiko, pekan ini, menuai kecaman keras dari dunia internasional. Para pengkritik menyebutnya sebagai aksi atau stunt tidak berdasar.

Pertanyaan juga muncul dari para pejabat Peru, yang disebut sebagai lokasi awal spesimen makhluk bukan manusia itu pertama kali ditemukan.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (15/9/2023), kehebohan jasad alien itu terjadi saat seorang jurnalis Meksiko bernama Jaime Maussan, yang juga seorang penggemar UFO sejak lama, menunjukkan dua makhluk bertubuh kecil dipajang dalam kotak kepada para politisi Meksiko dalam rapat itu pada Selasa (12/9) waktu setempat.

Makhluk itu memiliki tiga jari di masing-masing tangan dan bagian kepalanya memanjang. Maussan dalam pernyataannya mengklaim dua makhluk itu ditemukan di Peru tahun 2017 lalu dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan apa pun di Bumi.

Maussan diketahui telah melontarkan klaim kontroversial serupa di masa lalu.

Gambar-gambar yang menunjukkan dua makhluk kecil dan rapat dengar pendapat soal UFO di gedung Kongres Meksiko itu, pertama kali digelar di negara itu, memicu kehebohan internasional dan mengundang cemoohan besar-besaran.

Mantan pilot Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) Ryan Graves, yang juga menghadiri rapat dengar pendapat di Kongres Meksiko itu melontarkan kritikan atas apa yang dipamerkan Maussan. Graves sendiri hadir untuk membagikan pengalaman pribadinya dengan penampakan ‘fenomena anomali tak teridentifikasi’ atau UAP.

“Presentasi kemarin merupakan langkah mundur yang besar terhadap isu ini. Saya sangat kecewa dengan aksi yang tidak berdasar ini,” ucap Graves dalam pernyataan via media sosial X, yang sebelumnya bernama Twitter.

Graves yang sebelumnya berpartisipasi dalam rapat dengar pendapat di parlemen AS soal UFO dan UAP pada Juli lalu, mengatakan bahwa penampakan fenomena yang tidak bisa dijelaskan di wilayah udara ‘sangat jarang dilaporkan’.

Maussan dalam presentasinya di Kongres Meksiko menyebut spesimen itu ditemukan di area dekat Garis Nazca kuno di wilayah Peru dan telah menjalani carbon-dated atau penanggalan karbon oleh Universitas Nasional Otonomi Meksiko (UNAM), dan disimpulkan itu berusia sekitar 1.000 tahun.

Dia mengklaim spesimen itu tidak berkerabat dengan spesies apa pun di Bumi ini. Namun demikian, diketahui juga bahwa temuan serupa di masa lalu ternyata adalah mumi jasad anak-anak.

Menteri Peru Bantah Klaim Maussan Soal Jasad Itu Makhluk Bukan Manusia

Menteri Kebudayaan Peru Leslie Urteaga, dalam tanggapannya, menegaskan tidak ada lembaga ilmiah di negaranya yang mengidentifikasi jasad itu sebagai makhluk bukan mansuia. Urteaga justru mempertanyakan bagaimana spesimen itu bisa meninggalkan Peru dan dipamerkan di Meksiko.

“Ada laporan kriminal dari Kementerian Kebudayaan terhadap beberapa orang yang memiliki hubungan dengan pria-pria ini,” ucap Urteaga kepada wartawan setempat, merujuk pada Maussan dan rekan-rekannya.

“Saya akan meminta informasi untuk melihat apa yang terjadi…tentang pemindahan benda-benda pra-Hispanik, karena saya memahami bahwa benda-benda tersebut adalah bagian dari sisa-sisa kerangka pra-Hispanik,” tegasnya.

Maussan dalam pernyataan kepada Reuters pada Kamis (14/9) waktu setempat menilai para pengkritiknya tidak bisa menunjukkan bukti untuk membantah klaim-klaim yang disampaikan dirinya.

“Apa yang mereka inginkan adalah menghilangkan kekuatan yang dimiliki penemuan ini, namun hanya dengan kesaksian, dengan pertanyaan dan tanpa satu pun bukti,” sebut Maussan. “Kami telah melakukan investigasi selama bertahun-tahun… mereka ingin datang ke sini untuk menyelidiki hanya dengan bicara,” ucapnya.

(nvc/imk/detik)