Kenaikan Harga BBM Picu Demonstrasi, Jokowi: Ini Negara Demokrasi

0
Presiden Joko Widodo (Foto: Tangkapan Layar YouTube Setpres)
Jakarta – Kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah dua hari lalu memicu demonstrasi dari berbagai elemen masyarakat di sejumlah daerah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons hal tersebut dengan berbicara Indonesia sebagai negara demokrasi.

“Ya ini kan negara demokrasi,” kata Jokowi kepada wartawan di Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2022).

Jokowi lantas menyampaikan pesan kepada seluruh pedemo. Dia meminta tuntutan disampaikan dengan cara yang baik.


“Sampaikan dengan cara-cara yang baik ya,” ujar Jokowi.

Seperti diketahui, demonstrasi menolak kenaikan harga BBM hari ini digelar di beberapa daerah. Demo dipelopori para mahasiswa.

Mahasiswa menyatakan menolak kenaikan harga BBM. Dinaikkannya harga BBM dinilai sebagai kebijakan yang tidak berpihak terhadap masyarakat kecil.

Demo juga rencananya bakal digelar besok di depan gedung DPR yang diikuti massa buruh.

“Aksi ini diorganisir Partai Buruh dan organisasi serikat buruh, petani, nelayan, guru honorer, PRT, buruh migran, miskin kota, dan organisasi perempuan di 34 provinsi. Aksi serentak akan dilakukan di kantor gubernur,” ujar Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, dalam keterangan tertulis, Senin (5/9).

“Tujuannya adalah meminta gubernur membuat surat rekomendasi kepada Presiden dan pimpinan DPR RI agar membatalkan kenaikan harga BBM,” lanjutnya.

Untuk wilayah Jabodetabek, aksi akan diikuti 3.000-5.000 orang yang dipusatkan di gedung DPR RI. Aksi ini untuk menuntut pembentukan panja atau pansus BBM agar harga BBM diturunkan.

Menurut Said Iqbal, aksi di DPR RI bakal berlangsung sejak pukul 10.00 WIB dengan mengusung 3 (tiga) tuntutan, yaitu:

1. Tolak kenaikan harga BBM;
2. Tolak omnibus law UU Cipta Kerja; dan
3. Naikkan UMK 2023 sebesar 10-13%.

(knv/jbr/detik)







LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here