Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang Sangat dianjurkan Rasulullah SAW

0
foto ilustrasi/istimewa

Jakarta

Dzikir pagi dan petang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Keduanya memiliki keistimewaan tersendiri. Di waktu pagi dan petang kita juga dianjurkan untuk mengingat Allah SWT dengan cara bertasbih, beristighfar, membaca al-qur’an hingga membaca shalawat Nabi SAW.

Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang beriman, janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah. Barang siapa berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. al-Munaafiquun [63]:9).

Dzikir pagi dilakukan setelah melaksanakan sholat Subuh hingga terbit matahari atau sampai matahari meninggi saat waktu dhuha, kira-kira jam tujuh atau jam delapan. Sedangkan dzikir petang dilakukan setelah melaksanakan sholat ashar hingga terbenamnya matahari atau sampai menjelang waktu Isya.

Allah SWT telah mengingatkan kepada manusia untuk mengamalkan dzikir pada waktu pagi dan petang sebagaimana yang terkandung dalam al-quran: “Hari orang-orang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut Nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS. al-Ahzab [33]: 41-42).

Allah SWT juga berfirman: “Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Rabb-mu pada waktu petang dan pagi.” (QS. Qaaf [50]:39).

Sejalan dengan beberapa ayat yang terkandung di dalam Al-quran, Rasulullah SAW juga bersabda:

“Sungguh, aku duduk bersama beberapa orang yang berdzikir kepada Allah SWT setelah sholat Subuh hingga matahari terbit lebih aku sukai daripada memerdekakan empat keturunan Nabi Ismail. Sungguh, aku duduk bersama beberapa orang yang berdzikir kepada Allah Ta’ala setelah sholat Ashar hingga tebenamnya matahari lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang.” (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud 2/698).

Adapun bacaan dzikir pagi dan petang sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW adalah membaca Sayyidul Istighfar. Imam An-Nawawi menyebut Sayyidul Istighfar sebagai bacaan terbaik untuk memuji Allah SWT di waktu pagi dan petang. Ini lafadz Sayyidul Istighfar sebagaimana seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam riwayat Imam Bukhari:

“Ya Allah! Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku dan aku adalah hambaMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau.”

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, “Seseorang mendengar bacaan Surah Al-Ikhlas berulang-ulang di masjid. Dan keesokan paginya ia datang kepada Rasulullah SAW, lalu mengadukan perkara itu kepada Rasulullah, seolag yang mengadukan ini menganggap bacaan tersebut terlalu pendek. Maka Rasulullah SAW berkata, ‘Demi zat yang jiwaku dalam genggaman-Nya, sesungguhnya surah itu setara dengan sepertiga Al-quran.” (HR. Al-Baihaqi).

Dalam Al-Muwaththa disebutkan Abu Hurairah berkata, “Aku sedang berjalan dengan Rasulullah SAW., lalu beliau mendengar seseorang membaca Surah Al-Ikhlas. Beliau lalu berkata, “Wajib baginya”. Aku pun bertanya kepadanya, “Apa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Surga, (wajib baginya surga).” (HR. Malik).

Dikutip dalam buku ‘Koleksi Lengkap Dzikir Pagi dan Petang’ oleh Ustaz Abdul Wahhab, bacaan dzikir pagi dan petang bisa membaca ayat kursi, surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq serta surat An-Naas.

Berkenaan dengan surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq dan An-Naas, Rasulullah SAW bersabda terkait dengan bacaan dzikir pagi dan petang:

“Barang siapa membaca tiga surat tersebut tiga kali setiap pagi dan petang maka ia (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

(lus/erd/detik)





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini