Kian Panas Ukraina Vs Rusia Bikin Bomber Paman Sam Mengarah ke Balkan

0
Jakarta – Pesawat pengebom milik Paman Sam mengudara di langit Balkan, kawasan Eropa tenggara. Suasana konflik Ukraina versus Rusia kian panas.

Dilansir AFP, Selasa (23/8), dua pesawat pengebom Amerika Serikat (AS) itu adalah B-52H Stratofortress milik Angkatan Udara. Pesaat itu terbang pada Senin (22/8) malam waktu setempat.

B-52H Stratofortress adalah pesawat pembom berat jarak jauh yang mampu meluncurkan berbagai senjata dalam inventaris AS.

Dua pesawat B-52H Stratofortress terbang rendah di atas Gedung Pemerintah di Skopje, Makedonia Utara, dan alun-alun Skanderbeg di Tirana, Albania. Pesawat-pesawat milik AS itu akan terbang menyusuri pantai Montenegro dan Lovrijenac di Dubrovnik, Kroasia.

“Tujuan dari masing-masing penerbangan itu adalah untuk menunjukkan komitmen dan jaminan AS kepada sekutu dan mitra NATO yang berlokasi di Eropa tenggara,” kata Angkatan Udara AS di Eropa dalam sebuah pernyataan.

Sekutu-sekutu NATO saat ini mengirim kapal dan jet untuk memperkuat sayap timur aliansi keamanan tersebut dalam menanggapi agresi Rusia di Ukraina.

Sebelumnya pada bulan Juni, Angkatan Udara AS juga mengirimkan dua pesawat tempur F35 untuk melakukan penerbangan pada ketinggian rendah di atas Baltik.

Kondisi Invasi Rusia terhadap Ukraina

Hingga saat ini perang antara Rusia dan Ukraina belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Kata panglima tertinggi Ukraina, Valeriy Zaluzhny, hampir 9.000 tentara Ukraina telah tewas sejak invasi Rusia dimulai pada akhir Februari lalu.

Valeriy Zaluzhny mengatakan kepada sebuah forum bahwa anak-anak Ukraina membutuhkan perhatian khusus “karena ayah mereka telah pergi ke garis depan dan mungkin termasuk di antara hampir 9.000 pahlawan yang terbunuh”.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (23/8), otoritas Ukraina menyebut Rusia menembakkan sejumlah roket ke beberapa kota di sebelah utara dan barat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia — pembangkit nuklir terbesar di kawasan Eropa — yang kini dikuasai pasukan Moskow.

Serangan artileri dan roket di dekat kompleks PLTN Zaporizhzhia, tepi selatan Sungai Dnipro, telah memicu seruan agar area itu didemiliterisasi. Warga Ukraina yang tinggal dekat PLTN itu menyuarakan kekhawatiran jika serangan mengenai salah satu dari enam reaktor nuklir di sana, yang bisa memicu bencana nuklir.

Presiden Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Rusia bisa saja melakukan ‘sesuatu yang sangat buruk’ menjelang peringatan 31 tahun kemerdekaan Ukraina dari Uni Soviet yang jatuh pada Rabu (24/8) waktu setempat, yang juga menandai setengah tahun invasi Rusia terhadap negara itu.

Ibu kota Kiev jauh dari garis depan pertempuran dan jarang terkena serangan rudal Rusia sejak tentara Ukraina menggagalkan serangan Moskow untuk merebut ibu kota. Namun otoritas Kiev melarang digelarnya acara-acara publik yang berkaitan dengan peringatan Hari Kemerdekaan, dari Senin (22/8) smpai Kamis (25/8).

AS serukan warganya tinggalkan Ukraina segera

Seiring memanasnya situasi konflik Rusia versus Ukraina, AS menyerukan warga negaranya di Ukraina untuk segera pergi dari negara itu. Soalnya, ada potensi Rusia menyerang gila-gilaan.

AS memperingatkan bahwa Rusia tengah meningkatkan upaya untuk melancarkan serangan terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas pemerintah Ukraina dalam beberapa hari ke depan.

“Kedutaan Besar AS menyerukan warga negara AS untuk meninggalkan Ukraina sekarang dengan menggunakan opsi transportasi darat yang tersedia secara pribadi jika aman untuk melakukannya,” demikian bunyi peringatan keamanan pada situs resmi Kedutaan Besar AS di Ukraina, seperti dilansir CNN, Selasa (23/8/2022).

“Situasi keamanan di seluruh Ukraina sangat tidak stabil dan kondisi bisa memburuk tanpa peringatan,” imbuh peringatan keamanan itu.

Peringatan terbaru dari AS itu dirilis saat invasi Rusia ke Ukraina memasuki bulan keenam pada Rabu (24/8) besok, atau saat peringatan Hari Kemerdekaan Ukraina.

(dnu/dnu/detik)