Kisah Kemplang Musi Palembang Beromzet 500 Ribu per hari

0

Palembang, rakyatpembaruan.com–
Siapa yang tidak mengetahui kemplang, makanan olahan yang menjadi salah satu oleh-oleh dari Provinsi Sumatera Selatan dengan proses pembuatannya bisa digoreng dan di-tunu (Bahasa Palembang: dipanggang atau dibakar). Kemplang merupakan makanan yang berbahan dasar ikan sungai atau kini juga menggunakan ikan laut, campuran bumbu, dan tepung sagu atau tepung tapioka.

Kemplang menjadi pangan lokal yang ikonik sekaligus dikembangkan secara turun-temurun. Selain menjadi pangan lokal, kemplang juga turut menjadi penggerak denyut nadi kelompok perempuan (ibu rumah tangga) di Lorong Mari, Kelurahan Talangbubuk, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, yang merupakan binaan dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina (Persero) Refinery Unit III Plaju – Sub Holding Refining Petrochemical.

Pertamina RU III memberikan kontribusinya melalui pendampingan pada kelompok ibu rumah tangga pengolah kemplang.
Kelompok ibu rumah tangga yang tergabung dalam UKM Mari Kemplang mengolah kemplang, hingga memasarkan kemplang tidak hanya di Kelurahan Talangbubuk namun juga banyak pendatang daerah lain yang mengambil kemplang untuk dijual. Di Lorong Mari sendiri memiliki jam khusus yang disebut dengan “jam kemplang” atau waktu tertentu dimana banyak pelanggan kemplang mengambil beberapa plastik ukuran besar berisi kemplang. Jam kemplang tersebut berkisar antara pukul 14.00 – 17.00 WIB setiap harinya.

Di lorong mari sendiri ada 6 UMKM pengrajin kemplang. Salah satu pengrajin kemplang yang ada di lorong mari ini bernama ibu Hamidah yg telah mengelutin pembuatan kemplang ini secara turun menurun. Produksi yang dihasilkan berkisar hingga 1000 pcs kemplang perhari dengan omzet 500.000/perhari. Trend Penjualan Kemplang Sejak 2019 semakin meningkat walau sempat menurun dikarenakan Dampak Pandemi Covid-19, namun sejak memasuki era New Normal Penjualan kemplang semakin membaik.

“Ternyata susah juga ya. Saya gak lolos tunu kemplang ini la wong gosong ”, ujar GM PT Pertamina (Persero) Refinery Unit III Plaju – Sub Holding Refining Petrochemical Pertamina, M Hasan Effendi pasca mencoba memanggang sendiri kemplangnya. Hasan sangat senang sekaligus mendukung semangat dari UKM Mari Kemplang ini.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu Anggota DPR RI Komisi IV pada saat berkunjung ke kampung kreasi binaan Pertamina (6/11), Renny Astuti yang berkesempatan melihat langsung sembari mencicipi kemplang yang telah selesai dipanggang. “Usaha ini bagus, ibu-ibu di sini jadi punya penghasilan sendiri. Dapurnya tetap ngebul walaupun ada Covid-19,” ujar Renny.

Kemplang pun tidak hanya menggerakkan kaum perempuan Lorong Mari, terlebih ibu rumah tangga namun juga telah menumbuhkan semangat para pemuda. Semangat ini dibuktikan dengan komitmen mereka untuk membentuk rantai nilai produk kemplang mulai dari penyediaan ikan segar giling untuk bahan hingga pemasaran yang dipusatkan di Lorong Mari.

“Dahulu Lorong Mari merupakan sentra pembuatan kemplang yang terkenal di Kota Palembang. Saya yakin, apabila semangat yang ada dari para pemuda mampu ditangkap dengan baik maka akan memberikan unsur keberlanjutan dan Pertamina siap untuk mendukung hal tersebut”, tutup Hasan.(des)





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini