Kisah Nicke Widyawati, Tukang Panjat Tower yang Kini Jadi Direktur Utama Pertamina

0
foto ist/net
Jakarta – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor energi, PT Pertamina (Persero) dipimpin oleh wanita bernama Nicke Widyawati. Wanita kelahiran Tasikmalaya 25 Desember 1967 ini sukses masuk ke daftar perempuan berpengaruh skala internasional, antara lain dari Fortune tahun 2020, Forbes tahun 2021, dan Fortune 2022.

Di BUMN Nicke bukanlah orang baru, dari laman resmi Pertamina disebutkan dia pernah menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), lalu memegang posisi Plt Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur.

Nicke juga pernah menjadi Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN, lalu menduduki Direktur Utama PT Mega Eltra yang merupakan kontraktor listrik di lingkungan holding PT Pupuk Sriwijaya. Tak cuma itu, Dia juga pernah menjabat Direktur Bisnis di PT Rekayasa Industri (Rekind) dan Vice President Corporate Strategy Unit (CSU) di perusahaan yang sama.


Dalam saluran YouTube BUMN Muda di video berjudul “Teh Nicke dan Tekad Kerasnya Memajukan Energi Dalam Negeri”, Nicke mendapatkan sebuah kotak misteri, ternyata isinya adalah helm proyek berlogo Rekind. Nicke diminta oleh host untuk menceritakan kenangan saat dirinya berada di Rekind. Sambil tersenyum, Nicke menceritakan jika Rekind merupakan tempat yang membuat dirinya bermimpi.

“Di sinilah impian saya berawal, dari seorang bankers. Sambil kuliah kan jadi bankers, lulus saya ambil profesi sebagai engineer di lapangan. Jadi saya gunakan helm ini setiap hari, manjat-manjat tower, kemudian keliling di lapangan, ini saya lakukan bertahun-tahun,” ujar dia.

Dia menyebut, di Rekind selama 23 tahun dia mempelajari banyak hal yang luar biasa. Masuk sebagai engineer di lapangan. Kemudian masuk ke corporate management, lalu masuk ke human capital management, kemudian pindah ke finance management, kemudian pindah ke divisi bisnis.

“Artinya hampir semua fungsi saya kelilingi selama 23 tahun di Rekind. Jadi pertama kali Indonesia bisa bangun pabrik pupuk secara mandiri di Usri 1B. Saya jadi project engineer di sana. Saya bertemu dengan suami saya di sana,” kenang Nicke.

Tak cuma itu, Nicke juga menggarap proyek untuk offshore. “Itu yang sekarang dikelola Pertamina ya di Exxon untuk pertama kalinya kemudian transfer teknologi. Bagaimana teknologi dilakukan oleh putra putri terbaik bangsa,” jelasnya.

Nicke merupakan Dirut Pertamina selama dua periode. Pada 2018, Menteri BUMN Rini Soemarno menunjuk Nicke menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama pada April 2018 untuk menggantikan Elia Massa Manik. Saat itu Nicke dipilih karena sedang menjabat ketua implementasi holding migas. Empat bulan kemudian, 29 Agustus 2018, Nicke benar-benar menjadi Dirut. Dikutip dari Forbes, Nicke merupakan Dirut perempuan kedua setelah Karen Agustiawan.

Pada 19 September 2022, Menteri BUMN Erick Thohir kembali menunjuk Nicke sebagai Dirut Pertamina. Hal ini tercantum dalam Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No SK-199/MBU/09/2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina yang ditandatangani Senin, 19 September 2022 lalu.

Sebagai pucuk pimpinan, Nicke dinilai oleh pemegang saham mampu membuat Pertamina bertransformasi dan meraih kinerja terbaik sepanjang periode pertama kepemimpinannya. Nicke juga disebut mampu menggali kekuatan perusahaan untuk menjaga ketahanan energi nasional dan menjalankan transisi energi dalam kondisi yang penuh tantangan.

Dia mengungkapkan dengan amanah ini, Pertamina akan melanjutkan transisi energi dengan inisiatif dan agenda strategis untuk menjamin ketahanan energi di masa depan sekaligus mengejar aspirasi pemegang saham yaitu mencapai market value sebesar US$ 100 miliar.

Cinta Keluarga Jadi Energi Untuk Bekerja

Sebagai perempuan, Nicke memiliki keluarga yang sangat mendukung perjalanan karirnya. Dikutip dari akun Youtube Pertamina dalam video berjudul Membawa Cinta dari Rumah, Menjadi Energi saat Bekerja Nicke menjelaskan jika sebagai perempuan, dia memiliki peran ganda di kantor dan di keluarga.

“Pekerjaan juga sangat penting. Jadi kedua hal itu harus dijalankan secara seimbang,” ujarnya. Nicke mengungkapkan, keluarganya selalu memahami apa yang dia kerjakan di kantor. “Dukungan keluarga sangat luar biasa, karena saya kan tidak setiap saat ada di rumah bersama mereka. Mereka memahami istri dan ibunya meniti karier, sehingga anak-anak lebih cepat mandiri,” jelas dia.

Menurut dia, interaksi dengan keluarga membuat dirinya bahagia. Apalagi saat-saat melayani keluarganya. Ini menjadi semangat yang selalu dia bawa ke tempat kerja. “Dan itu kemudian jadi lebih menyenangkan kalau pekerjaan dengan penuh rasa cinta,” ujarnya.

Di Pertamina, ada ribuan pekerja laki-laki. Hal ini menjadi tantangan yang tak mudah untuk Nicke. Namun dia menjadikan hal ini peluang untuk pembuktian jika perempuan mampu menjadi pemimpin dan sahabat di tempat kerja untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan.

Nicke mengungkapkan, dulu orang tuanya sangat ingin dirinya menjadi seorang dokter. Namun dalam perjalanan hidupnya, Nicke melihat banyak karir yang bisa dicapai. “Intinya adalah bisa memberikan manfaat untuk orang banyak,” ujar dia.

Nicke Widyawati merupakan lulusan Hukum Bisnis di Universitas Padjadjaran (S2) tahun 2009 dan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (S1) tahun 1991.

(kil/ara/detik)







LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here