Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Kilang Pertamina Plaju Dukung Pemberdayaan Kelompok Disabilitas

0

Palembang, rakyatpembaruan.com—
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit III Plaju atau Kilang Pertamina Plaju berperan aktif dalam pemberdayaan komunitas disabilitas di Palembang. Salah satunya aksi kolaborasi lewat program Membership Empowerment BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbagsel.

Adapun dukungan yang diberikan oleh Kilang Pertamina Plaju yakni dengan mendatangkan pelaku usaha mitra binaan Kilang Pertamina Plaju untuk melatih keterampilan membuat tas dari tali meiwa.

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina Plaju, Siti Rachmi Indahsari mengatakan, pelibatan mitra binaan dalam program pelatihan ini sebagai wujud dukungan untuk program kemandirian ekonomi bagi kalangan disabilitas.

“Kami ingin semangat berdaya secara ekonomi juga sampai kepada teman-teman komunitas disabilitas. Mereka masih bisa merajut masa depan melalui program ini,” katanya pada kegiatan Membership Empowerment BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbagsel, Selasa (30/8/2022).

Dukungan dalam program pelatihan ini juga sebagai bagian dari program sinergi dan kolaborasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial.

*Menciptakan Keahlian Baru*

Kaum disabilitas kerap kali putus asa karena minimnya peluang di dunia kerja. Program pelatihan kerja di bidang ekonomi kreatif merupakan salah satu yang dibutuhkan untuk kembali memulai meraih masa depan.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagsel, Eko Purnomo, menjelaskan program pelatihan kerja ini merupakan program BPJS Ketenagakerjaan Benefit Empowerment, program pemberdayaan terhadap komunitas pekerja rentan komunitas disabilitas dan ahli waris terkait kecelakaan kerja.

“Program ini adalah program kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan, Kemensos dan UMKM binaan Pertamina lewat program CSR. Ini merupakan sinergi yang baik karena peserta bisa mendapatkan keahlian baru agar dapat mandiri,” terang Eko.

Program pelatihan kerja yang gratis ini dilakukan selama empat hari yakni mulai 30 Agustus hingga 2 September 2022.

Sementara itu, Kepala Sentra Budi Perkasa, Wahyu Dewanto menambahkan, program pelatihan ini ditujukan untuk memacu kaum disabilitas untuk mandiri secara ekonomi.

“Setelah pelatihan ini peserta diharapkan bisa berdaya. Kami memberikan wadah supaya mereka memiliki penghasilan sendiri,” kata dia.

Tak hanya pelatihan keterampilan, kerja sama yang akan dijajaki dengan Kilang Pertamina Plaju juga untuk membuka lingkungan sehat, pengelolaan sampah dan untuk area sentra yang memiliki luasan 4,7 hektare.

“Nantinya program tersebut akan kami koordinasikan lewat program CSR Pertamina,” ucap Eko.

*Berbagi Ilmu*

Menjadi pelatih dalam program keterampilan menganyam tali meiwa adalah salah satu pengalaman berharga bagi Yeni. Baginya kesempatan berbagi ilmu kepada kalangan disabilitas belum tentu dapat terulang.

“Sehari-hari saya memproduksi tas tapi kali ini saya ingin berbagi ilmu. Saya ingin ilmu menganyam yang saya miliki bisa memberikan harapan baru bagi teman-teman disabilitas,” ujar Yeni yang menjalankan usaha Musi Craft yang merupakan mitra binaan Kilang Pertamina Plaju.

Ibu dua anak ini pun mengaku tak khawatir bila harus bersaing dengan para peserta pelatihan. Apalagi, dia meyakini ada hal lain yang juga penting dalam dunia usaha yakni berbagi ilmu.

“Semoga ilmu yang saya ajarkan kepada mereka bisa bermanfaat dan menjadi salah satu sumber rezeki mereka,” kata Yeni.

*Selaras dengan SDGs*

Upaya Kilang Pertamina Plaju dalam dukungan program Membership Empowerment BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbagsel ini turut berkontribusi dalam pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau SDGs (Sustainable Development Goals) tahun 2030, di antaranya tujuan pertama poin keempat yakni memastikan semua penduduk, terutama penduduk miskin dan rentan mendapat hak setara mengakses sumber ekonomi (seperti halnya hak layanan dasar), kepemilikan dan akses pada lahan. Memastikan mereka memperoleh akses teknologi.

Selain itu juga tujuan kedelapan yaitu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua.

(adi/rp)





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini