Marapi Tak Lagi Erupsi, Bandara Minangkabau Dibuka Kembali

0
Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan hari ini kembali membuka operasional (Resume Normal Operation) Bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat. Pembukaan kembali ini dilakukan melalui Notice to Airmen (NOTAM) dengan Nomor NOTAM B0034/24 NOTAMC B0031/24.

Sebelumnya bandara ini sempat ditutup sementara karena terdampak erupsi Gunung Marapi. Namun pembukaan kembali ini dilakukan setelah dipastikan tidak adanya tanda sebaran abu erupsi vulkanik Gunung Marapi.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M. Kristi Endah Murni, mengatakan pembukaan kembali ini dilakukan setelah pengamatan yang dilakukan oleh Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang, serta berdasarkan prediksi dari VAAC Darwin, PVMBG, BMKG, dan paper test di lapangan dengan hasil negatif volcanic ash.

Sementara itu Kristi menjelaskan selama penutupan Bandara Internasional Minangkabau kemarin, setidaknya ada 29 penerbangan yang terdampak. 16 penerbangan untuk kedatangan, dan 13 penerbangan untuk keberangkatan.

Untuk itu ia mengaku pihaknya siap bertanggung jawab dengan menawarkan pilihan refund, reschedule maupun re-route kepada para penumpang penerbangan yang terdampak.

“Untuk penerbangan yang terdampak kemarin, semua sudah teratasi. Penumpang telah ditawarkan pilihan untuk melakukan refund, reschedule maupun re-route sesuai ketentuan berlaku,” kata Kristi, Sabtu (6/1/2024).

Di luar itu Kristi juga terus mengimbau kepada maskapai penerbangan untuk memberikan kompensasi kepada penumpang yang telah membeli tiket dengan memberikan opsi full refund, reschedule, ataupun re-route ke bandara terdekat jika seat masih tersedia, agar dapat membantu penumpang yang terkena dampak penutupan bandara.

Ia mengaku pihak Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang juga telah diinstruksikan agar terus berkoordinasi secara intensif dengan stakeholder terkait dalam hal perkembangan informasi Gunung Marapi.

“Pemantauan situasi dan koordinasi intensif sangat diperlukan dalam penanganan force majeure ini, agar dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan,” ujarnya.

(hns/detik)





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini