Menhub Nyamar Saat Jajal LRT Jabodebek, Pakai Topi-Kacamata Hitam

0
Menhub Nyamar Saat Jajal LRT Jabodebek: Pakai Topi-Kacamata Hitam/Foto: Shafira Cendra Arini/ detikcom
Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ikut dalam uji coba LRT Jabodebek dengan masyarakat. Ia menyamar tanpa menggunakan pakaian dinas.

detikcom melihat langsung tatkala Budi Karya menaiki LRT Jabodebek dari Stasiun Cikoko menuju Harjamukti. Ia didampingi oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo.

Nyaris tak dikenali, penampilannya pada kala itu menggunakan atasan kaos polo hitam dan celana chino panjang. Untuk melengkapi penyamarannya, ia turut mengenakan topi baseball, kacamata hitam, dan masker.

Saat ditanya alasannya ‘menyamar’, Budi Karya mengatakan, ia ingin merasakan langsung bagaimana LRT Jabodebek beroperasi secara nyata saat melayani masyarakat, tanpa adanya persiapan khusus. Menurutnya, dari sana bisa didapatkan hasil evaluasi yang lebih konkrit.

“Saya kan ingin tahu realitasnya seperti apa. Kalau realitasnya seperti apa, itu kan bisa menjadi feedback. Kalau saya datang, nanti semua sudah diatur. Jadi saya mencoba tidak officially datang,” katanya kepada detikcom di Stasiun LRT Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (26/8/2023).

Budi Karya mengatakan, kereta yang dinaikinya berjalan cukup baik, sarana dan prasaranannya pun bagus. Walau demikian, ia tak menampik kalau masih ada sedikit masalah yang harus disesuaikan.

“Walau ada beberapa hal yang perlu dipastikan, tapi saya yakin dengan adanya satu manajemen traffic dari segi besaran-besaran secara bertahap, ini akan berjalan sesuai rencana. Berhenti tepat waktu, jarak tempuh tepat waktu, dan pergerakan lancar. Tadi saya sudah diskusikan,” terangnya.

Selain menjajal secara langsung, kunjungannya bersama Didiek hari ini ke Stasiun Cawang salah satunya dalam rangka mempersiapkan operasi perdana LRT Jabodebek sekaligus peresmiannya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 28 Agustus di Stasiun Cawang.

“Saya tadi bertemu protokol istana. Kita atur supaya acaranya itu sederhana tapi bermakna. Pak presiden juga melakukannya dari perjalanan Bogor, Harjamukti, berhenti sini, dari situ langsung ke istana,” jelasnya.
(shc/ara/detik)