Miris! Lebih dari 8.600 Anak Palestina Tewas Akibat Perang di Gaza

36
Gaza City – Ribuan anak Palestina tewas akibat rentetan serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu saat perang melawan Hamas mulai berkecamuk. Ribuan anak lainnya dilaporkan hilang dan diduga tertimbun reruntuhan bangunan yang hancur akibat pengeboman tanpa henti di daerah kantong Palestina tersebut.

Seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (29/12/2023), kantor media otoritas Gaza yang dikuasai Hamas melaporkan bahwa lebih dari 8.663 anak Palestina di Jalur Gaza tewas dibunuh oleh pasukan Israel selama perang berkecamuk beberapa bulan terakhir.

Laporan terbaru Kementerian Kesehatan Gaza menyebut sedikitnya 21.320 orang tewas akibat rentetan serangan Israel sejak awal Oktober lalu. Sekitar 55.603 orang lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan tersebut

Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qudra, seperti dilansir AFP, menyebut sedikitnya 210 orang tewas di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir.

Kementerian Kesehatan Gaza dalam pernyataannya juga menyampaikan kekhawatiran atas penyebaran penyakit di kalangan anak-anak dan kurangnya air bersih, makanan juga obat-obatan.

“Kondisi kemanusiaan dan kesehatan para pengungsi telah mencapai level bencana,” sebut Kementerian Kesehatan Gaza.

Sebagian besar korban tewas di Jalur Gaza disebut sebagai warga sipil. Pasukan Israel dilaporkan berulang kali menargetkan sekolah-sekolah, dan bahkan pusat perawatan bayi yang baru lahir, dalam serangannya yang menewaskan bayi-bayi yang baru lahir.

Data yang dirilis oleh Save the Children, organisasi kemanusiaan terkemuka untuk anak-anak, pada awal November lalu menyebut bahwa satu anak tewas setiap 10 menit di Jalur Gaza. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menyebut Jalur Gaza sebagai “kuburan” bagi anak-anak karena banyaknya korban jiwa.

“Kekhawatiran terbesar kami soal laporan jumlah anak-anak yang terbunuh mencapai puluhan, kemudian ratusan, dan akhirnya ribuan, menjadi nyata hanya dalam waktu dua minggu,” ucap juru bicara UNICEF, badan anak PBB, James Elder, dalam pernyataan pada 31 Oktober lalu.

“Gaza telah menjadi kuburan bagi ribuan anak. Ini bagaikan hidup di negara untuk semua orang,” sebutnya.

Sebuah LSM bernama Defence for Children International-Palestina mengatakan pada awal bulan lalu bahwa pasukan Israel telah membunuh dua kali lebih banyak anak-anak Palestina di Jalur Gaza pada bulan Oktober, dibandingkan jumlah total anak-anak Palestina yang tewas di Tepi Barat dan Jalur Gaza jika digabungkan sejak tahun 1967 silam.

Disebutkan juga bahwa selama hampir dua tahun perang antara Rusia dan Ukraina berlangsung, sedikitnya 510 anak-anak tewas, yang berarti kurang dari satu anak per hari.

(nvc/idh/detik)





36 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini