Pertamina Sumbang PBB dan BPHTB Terbesar Kota Palembang Tahun 2023

34

Palembang, rakyatpembaruan.com —

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit III Plaju (Kilang Pertamina Plaju) berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) kota Palembang.

Hal ini dibuktikan dengan menjadi penyumbang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah & Bangunan (BPHTB) terbesar di Kota Palembang tahun 2023.

Adapun besaran PBB yang disetorkan oleh Kilang Pertamina Plaju tahun 2023 yakni mencapai Rp73,2 Miliar. Sedangkan setoran BPHTB sebesar Rp 18 Miliar.

Atas capaian tersebut, Pejabat Sekretariat Daerah Kota Palembang Gunawan menganugerahkan penghargaan kepada Kilang Pertamina Plaju sebagai perusahaan pemberi pajak tertinggi sepanjang 2023.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi pada penerimaan pajak tahun ini,” katanya pada kegiatan Rapat Kerja Koordinasi dan Evaluasi Penerimaan Pajak Daerah Tahun 2023 serta Penerimaan Penghargaan kepada Wajib Pajak, Kamis (28/12/2023).

Gunawan menjelaskan, program pungutan pajak daerah merupakan upaya yang berperan dalam desentralisasi fiskal dan mengurangi ketergantungan dengan pemerintah pusat.

“Semakin besar penerimaan daerah maka semakin besar PAD yang akan didapat,” jelas Gunawan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palembang Herly Kurniawan menyebut hingga Kamis (28/12/2023) capaian Pajak Kota Palembang sudah mencapai Rp1,14 triliun dari target 1,13 lebih. Raihan ini melebihi target yang dipasang sejak awal tahun lalu yaitu 101 persen.

“Tahun 2022 lalu capaian pajak kita 108 persen. Tahun ini masih di bawah tahun lalu namun secara keseluruhan tergolong baik karena merata di semua sektor,” ujarnya.

*Komitmen ketaatan pajak demi percepatan pembangunan daerah*

Area Manager Communication, Relations & CSR Siti Rachmi Indahsari menegaskan Kilang Pertamina Plaju siap mendukung penuh pembangunan kota Palembang, termasuk dari sokongan pemberian pajak

“Kami berkomitmen untuk selalu mendukung kinerja pemerintah dengan menjadi entitas bisnis yang taat pajak demi memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi dan kemakmuran rakyat,” katanya.

Dengan lahan di area Plaju yang mencapai luas 316,2 Ha, Kilang Pertamina Plaju terus menunjukkan eksistensinya bukan hanya sebagai penyumbang pajak terbesar, namun juga terus berinovasi di usianya yang sudah lebih dari seabad ini.

Sejak 2021, pengelolaan Refinery Unit (RU) III Plaju yang sebelumnya berada di bawah PT Pertamina (Persero), telah beralih di bawah PT Kilang Pertamina Internasional setelah adanya skema holding dan subholding di tubuh BUMN, dan tetap memberikan kontribusi yang cukup besar.

Kilang ini juga telah memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar dengan adanya tenaga kerja lokal. Ini ditunjukkan dari data sekitar 70 persen pekerja di Kilang Pertamina Plaju merupakan putra daerah Sumatera Selatan.

“Kami berharap dapat terus konsisten memberikan sumbangsih nyata bagi negara dalam agenda pembangunan, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan pelayanan publik lainnya,” ucap Rachmi.(adi/rp)





34 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini