PON XX Papua Tingkatkan Pendapatan bagi Pelaku UKM hingga 4x Lipat

0
Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menilai penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat setempat. Diketahui, PON kali ini digelar di empat klaster, yaitu Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Merauke dan Mimika.

Ia mengungkap para pelaku usaha kecil dan menengah di Papua bisa mendapatkan keuntungan hingga 4 kali lipat dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh kehadiran kontingen dari 34 provinsi yang terdiri dari 6.116 atlet tamu, dan 923 atlet tuan rumah Papua

“Secara ekonomi saya lihat begitu menggeliat, saya melihatnya masyarakat juga bisa aktif berjualan ya. Saya tanya ibu bapak, katanya sebelumnya-sebelumnya misalnya hanya mendapat penghasilan 1, sekarang sampai 3-4 kali lipat. Syukurlah karena mereka senang, mudah-mudahan, ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat yang ada di Papua,” ujar Amali dalam keterangan tertulis, Rabu (6/10/2021).

Amali menyampaikan, sejak upacara pembukaan pada Sabtu (2/10) lalu hingga saat ini, pertandingan sejumlah cabang olahraga di empat kluster berjalan dengan baik dan lancar sesuai perencanaan. Bahkan, sejumlah cabor sudah menyelesaikan pertandingan dan atletnya sudah pulang ke daerah masing-masing.

“Sampai dengan saat ini baik itu di klaster Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke dan Mimika, pertandingan berjalan sesuai dengan perencanaan kita, semua dan normal. Tidak ada hal yang sangat signifikan yang mengganggu jalannya pertandingan,” ungkapnya.

Meski demikian, Amali mengakui adanya protes kecil yang muncul. Namun menurutnya, hal seperti itu sudah terbiasa terjadi dalam event olahraga, bahkan ketika penyelenggaraan dalam situasi normal hal tersebut lazim terjadi.

“Dan juga penerapan protokol kesehatan secara umum saya lihat baik itu panitia penyelenggara kemudian atlet, pelatih dan tenaga pendamping menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan prosedur yang sudah disepakati atau ditetapkan oleh Satgas COVID-19,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Amali menjelaskan bahwa PON XX Papua menerapkan sistem bubble to bubble, sehingga para atlet hanya diperbolehkan pergi dari tempat penginapan ke tempat pertandingan saja. Begitupun sebaliknya, dari tempat pertandingan langsung ke tempat penginapan. Ia menambahkan, sebelum pertandingan para atlet jufa menjalani tes antigen secara reguler.

Lebih lanjut, Amali menjelaskan ketersediaan air bersih, listrik, akses internet dan konsumsi para atlet sejauh ini tersedia dengan baik. Ia mengatakan penyelenggaraan PON juga dipantau langsung oleh KONI. Sementara protokol kesehatan diawasi oleh Satgas COVID-19 dari BNPB dan Kementerian Kesehatan.

“Khusus untuk masyarakat, sesuai dengan arahan pak Presiden Joko Widodo bahwa mereka harus divaksin, sekarang sudah 60 persen menuju ke 70 persen dan sedang berjalan,” terangnya.

Sementara itu, terkait adanya beberapa atlet yang dinyatakan positif COVID-19, Amali memastikan bahwa para atlet sudah ditangani panitia dengan baik dan langsung dipisahkan dengan kontingen rombongan mereka untuk diisolasi. Selain itu, panitia juga langsung melakukan tracing kontak agar penyebaran COVID-19 tidak meluas.

“Mereka langsung dipisahkan dari kontingen rombongan besarnya dan siapa yang dekat dengan orang tersebut dilakukan tes untuk tracing. Sesuai dengan pengalaman beberapa kali event olahraga ya biasanya kalau atlet terkena mungkin mereka terlalu capek, kelelahan dan lain sebagainya. Tetapi itu tidak terlalu lama paling 3-4 hari sudah sudah oke lagi,” tutur Amali.

Ia menilai para atlet memiliki daya tahan tubuh kuat sehingga recoverynya bisa cepat, terlebih mereka sudah dilakukan vaksin.

“Jadi secara umum tentang PON ini berjalan sesuai dengan rencana. Belum ada gangguan yang cukup berarti atau signifikan yang bisa membuat ini harus terhenti dan lain sebagainya,” tegasnya

(akn/ega/detik)





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini