Populasi Anak Muda Jepang Diprediksi Punah 2030

3734
Sejumlah remaja wanita Jepang mengenakan kimono saat menghadiri upacara perayaan Coming of Age Day atau Hari Kedewasaan di taman hiburan Toshimaen, Tokyo, Jepang.
Jakarta – Imbas banyak warga enggan memiliki anak, Jepang kini dilanda krisis populasi. Angka kelahiran bayi pun menurun, bahkan tercatat mencapai rekor terendah mencapai di bawah 800.000 sejak pencatatan pertama kali dilakukan pada 1899.

Mengacu pada data dari Kementerian Kesehatan, Jepang memang mengalami penurunan angka kelahiran secara berturut-turut setiap tahun dan mencapai angka terendah pada 2022. Tingkat kesuburan atau jumlah anak yang lahir dari rata-rata wanita di Jepang turun menjadi 1.256, mengalahkan tingkat terendah sebelumnya yaitu 1.260 pada 2005.

Tahun lalu, jumlah kelahiran bayi menurun sebanyak 5 persen, sehingga tercatat hanya ada sebanyak 770.747 kelahiran dan menjadi yang terendah sepanjang masa.

Di samping itu, jumlah kematian meningkat sebesar 9 persen menjadi 1,57 juta dan menjadi jumlah tertinggi sepanjang masa. Ditambah, pandemi COVID-19 menjadi faktor penurunan populasi di seluruh dunia. Jepang melaporkan 47.000 kematian akibat COVID-19 tahun lalu, dibarengi enurunan pernikahan dan kelahiran imbas pembatasan sosial.

Negara dengan Usia Penduduk Paling Tua di Dunia

Imbas angka kelahiran yang anjlok, pemerintah Jepang menempatkan upaya peningkatan kelahiran sebagai prioritas utama. Pada awal Juni 2023, pemerintah mengumumkan bakal menginvestasikan dana sebesar 3,5 triliun yen atau setara Rp 370 triliun untuk meningkatkan perawatan anak, kesehatan, dan serangkaian insentif lain untuk mendorong prokreasi.

Melihat situasi saat ini, Perdana Menteri Fumio Kishida menyebut ada kemungkinan, populasi anak muda di Jepang akan punah pada 2030.

“Populasi kaum muda akan mulai menurun secara drastis pada tahun 2030-an. Jangka waktu hingga saat itu adalah kesempatan terakhir kita untuk membalikkan tren penurunan kelahiran,” beber Kishida dikutip dari Quartz, Selasa (20/6/2023).

Bank Dunia juga melaporkan, Jepang menjadi salah satu negara dengan tingkat kelahiran paling rendah di dunia. Di samping itu, sejumlah negara Asia Timur seperti Korea Selatan dan Hong Kong juga memiliki tingkat kesuburan yang sangat rendah.

(vyp/kna/detik)





3734 KOMENTAR