Presiden Prancis Tegas Larang Siswi Muslim Pakai Abaya di Sekolah

0
Paris – Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan pemerintahannya akan ‘tanpa kompromi’ dalam menegakkan larangan terbaru mengenakan abaya di sekolah-sekolah yang ada di negara tersebut. Larangan pemakaian abaya oleh siswi-siswi Muslim di sekolah-sekolah Prancis akan dimulai pada tahun ajaran mendatang.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (2/9/2023), larangan yang diumumkan Menteri Pendidikan Prancis itu menjadi langkah terbaru dari serangkaian pembatasan yang kontroversial di negara tersebut terhadap pakaian yang berhubungan dengan warga Muslim.

Larangan ini dikritik oleh sejumlah anggota parlemen oposisi Prancis, termasuk Daniele Obono yang menyebutnya sebagai ‘kampanye Islamofobia terbaru’.


Saat berbicara kepada wartawan setempat usai mengunjungi sekolah profesional di wilayah Vaucluse, Prancis bagian selatan, pada Jumat (1/9) waktu setempat, Macron mempertegas keputusan pemerintah Prancis dalam melarang abaya di sekolah-sekolah.

Dia menegaskan kembali bahwa ‘simbol-simbol agama apa pun tidak memiliki tempat’ di sekolah-sekolah Prancis di bawah prinsip ‘laicite’ yang berlaku di negara tersebut, yang secara kasar diterjemahkan sebagai ‘sekularisme’.

“Sekolah-sekolah di negara kita bersifat sekuler, gratis dan wajib. Tapi itu sekuler. Karena kondisi inilah yang memungkinkan adanya kewarganegaraan dan oleh karena itu simbol-simbol agama apa pun tidak mempunyai tempat di dalamnya. Dan kami akan dengan gigih mempertahankan sekularisme ini,” tegas Macron.

Para guru dan kepala sekolah di Prancis, tegas Macron, ‘tidak akan dibiarkan sendiri’ dalam hal penegakan larangan abaya tersebut. Dia menyatakan pemerintah Prancis akan secara ‘tanpa kompromi dalam hal ini’.

“Dan di sekolah menengah atau perguruan tinggi yang paling sensitif, staf khusus akan dikirimkan bersama kepala sekolah dan para guru untuk mendukung mereka dan untuk terlibat dalam dialog yang diperlukan dengan keluarga dan para siswa. Tapi kami tidak akan membiarkan apa pun lolos,” imbuhnya.

Prancis telah menerapkan serangkaian larangan dan pembatasan yang kontroversial terhadap pakaian terkait agama Islam dalam beberapa tahun terakhir, yang sering memicu kemarahan negara-negara mayoritas Muslim dan badan-badan internasional.

Tahun lalu, anggota parlemen Prancis mendukung larangan mengenakan hijab dan ‘simbol agama yang mencolok’ lainnya dalam kompetisi olahraga. Amandemen itu diusulkan oleh partai sayap kanan Les Republicains, yang menilai hijab bisa membahayakan keselamatan atlet yang memakainya saat berolahraga.

Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) PBB tahun 2018 lalu menyatakan larangan pemakaian niqab — cadar yang dikenakan sebagian wanita Muslim — melanggar hak asasi manusia yang memakainya.

(nvc/idh/detik)






LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here