Ribuan Pemuda Myanmar Siap Hengkang dari Negaranya

0
Jakarta – Lebih dari seribu orang berkumpul di Kedutaan Besar Thailand di Yangon pada Jumat (16/2) lalu untuk mendapatkan visa. Sebagian besar dari mereka merupakan generasi muda yang siap meninggalkan negara tersebut usai diberlakukannya aturan wajib militer.

Dilansir dari Channel News Asia, Senin (19/2/2024) akhir pekan lalu, pihak militer mengatakan mereka akan memberlakukan undang-undang yang mewajibkan laki-laki yang berusia 18-35 tahun dan juga perempuan usia 18-27 tahun untuk bertugas di militer setidaknya selama dua tahun.

Kedutaan Besar (Kedubes) Thailand di Yangon telah dibanjiri oleh generasi muda untuk mendapatkan visa agar bisa keluar dari Myanmar. Pada hari Jumat, seorang jurnalis AFP melihat antrean yang mengular di pusat kota Yangon.

Kedubes Thailand mengatakan pihaknya mengeluarkan sebanyak 400 tiket antrean setiap hari untuk mengaturnya.

Pelajar Aung Phyo yang berusia 20 mengatakan kepada dia tiba di kedutaan pada hari Kamis pukul 8 malam dan tidur di mobilnya sebelum mulai mengantre sekitar tengah malam.

“Kami harus menunggu selama tiga jam dan polisi membuka gerbang keamanan sekitar jam 3 pagi. Kami harus berlari ke depan kedutaan untuk mencoba mendapatkan tempat untuk mendapatkan token,” kata Aung Phyo.

Undang-undang tersebut dibuat pada tahun 2010, tetapi tidak pernah diimplementasikan dan tidak jelas bagaimana undang-undang tersebut akan ditegakkan.

Phyo mengatakan akan pergi ke Bangkok dengan visa turis. Dia berharap dapat tinggal di sana untuk sementara waktu.

“Saya belum memutuskan untuk bekerja atau belajar. Saya hanya ingin melarikan diri dari negara ini,” jelasnya.
(das/detik)