Rusia Catat 672 Kematian Karena Corona Dalam Sehari

0
ilustrasi (Foto: AP Photo)

Jakarta -Rusia kembali mencatat rekor kematian akibat infeksi virus Corona. Negara itu pada hari Kamis (1/7) ini melaporkan 672 kematian akibat COVID-19 dalam 24 jam terakhir. Ini merupakan angka rekor kematian harian selama tiga hari berturut-turut.

Negara ini sedang memerangi lonjakan kasus infeksi Corona yang dipicu oleh varian Delta yang sangat menular, dan diperburuk oleh laju vaksinasi yang yang tertinggal.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (1/7/2021), jumlah kematian harian yang dirilis Kamis ini melampaui rekor Rabu (30/6) sebanyak 669 kematian dan Selasa (29/6) sebanyak 652 kematian.

Selama beberapa minggu terakhir, Saint Petersburg dan Moskow telah mengalami lonjakan kasus infeksi Corona. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan bahwa varian Delta yang lebih menular, yang pertama kali diidentifikasi di India, telah menyumbang 90 persen kasus di ibu kota Rusia tersebut.

Untuk mengendalikan penyebaran infeksi, Sobyanin memerintahkan tempat-tempat bisnis di Moskow untuk merumahkan 30 persen karyawan yang tidak divaksinasi. Restoran juga diperintahkan untuk hanya mengizinkan masuk pelanggan yang telah divaksin atau terinfeksi Corona dalam enam bulan terakhir.

Otoritas Rusia dihadapkan pada populasi yang sangat skeptis terhadap vaksin virus Corona, khususnya vaksin buatan Rusia. Jajak pendapat independen menunjukkan bahwa 60 persen warga Rusia tidak berencana untuk divaksin.

Hingga hari Kamis ini, hanya 17,4 juta orang dari total populasi Rusia sekitar 146 juta orang – atau sekitar 12 persen – telah divaksinasi penuh. Demikian menurut situs web Gogov, yang menghitung data COVID-19 dari wilayah tersebut.

Rusia sejauh ini telah mencatat total 135.886 kematian akibat virus Corona, angka resmi tertinggi di Eropa. Namun, angka sebenarnya diyakini lebih tinggi.

Di bawah definisi yang lebih luas untuk kematian terkait dengan virus Corona, badan statistik Rosstat pada akhir April lalu, mengatakan bahwa Rusia telah mengalami setidaknya 270.000 kematian.

(ita/ita/detik)

 





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini