Teguran Tegas Sri Mulyani Minta Klub Moge Pegawai Pajak Dibubarkan

0

Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan ternyata memiliki komunitas berisi pegawai pajak yang menyukai motor besar (moge) bernama klub Blasting Rijder. Belakangan beredar foto Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo yang sedang mengendarai moge bersama.

Hal ini buntut kasus penganiayaan Mario Dandy Satrio, anak dari mantan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo yang kerap pamer gaya hidup mewah di media sosial. Atas kejadian itu merembet ke mana-mana hingga ketahuan banyak pejabat di DJP memiliki moge.

Menyikapi itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta klub moge di DJP yakni Blasting Rijder dibubarkan. Hal itu dinilai menimbulkan persepsi negatif dan kecurigaan di masyarakat terkait sumber kekayaan para pegawai DJP.

Sri Mulyani juga meminta Suryo Utomo untuk menyampaikan kepada masyarakat terkait jumlah harta dan dari mana sumbernya berasal seperti yang sudah disampaikan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dikutip Senin (27/2/2023), berikut teguran lengkap Sri Mulyani dalam postingan di Instagram resminya:

Saya menyampaikan instruksi kepada Dirjen Pajak sebagai berikut:

1. Jelaskan dan sampaikan kepada masyarakat/publik mengenai jumlah harta kekayaan Dirjen Pajak dan dari mana sumbernya seperti yang dilaporkan pada LHKPN.

2. Meminta agar klub BlastingRijder DJP dibubarkan. Hobi dan gaya hidup mengendarai moge – menimbulkan persepsi negatif masyarakat dan menimbulkan kecurigaan mengenai sumber kekayaan para pegawai DJP.

3. Bahkan apabila moge tersebut diperoleh dan dibeli dengan uang halal dan gaji resmi; mengendarai dan memamerkan moge bagi pejabat/pegawai pajak dan Kemenkeu telah melanggar azas kepatutan dan kepantasan publik.

Ini mencederai kepercayaan masyarakat.

Demikian arahan tegas Sri Mulyani yang diunggah kemarin.

(aid/zlf/detik)