Tentara Israel Serang RS Al-Ahli di Gaza, Dokter hingga Pasien Ditangkap

17
Jakarta – Tentara Israel menyerbu Rumah Sakit (RS) Al-Ahli, salah satu RS terakhir yang tersisa di Jalur Gaza utara. Akibat serangan tentara Israel, kini RS tersebut berhenti beroperasi pada Selasa (19/12).

“Serangan Israel telah membuat rumah sakit tidak dapat berfungsi lagi. Kami tidak dapat menerima pasien atau cedera,” kata Direktur RS Al-Ahli, Fadel Naim, seperti dilansir AFP, Rabu (20/12/2023).

Naim mengatakan pasukan Israel telah menyerang RS Al-Ahli dan menangkap dokter, staf medis, dan pasien, serta menghancurkan sebagian halaman bangunan tersebut.

Setidaknya empat orang yang terluka akibat tembakan Israel pada Senin (18/12) meninggal pada Selasa (19/12) setelah terluka dalam serangan di RS Al-Ahli.

“Informasi kami, ada puluhan korban luka di jalan sekitar,” ucap Naim.

Seorang petugas medis yang kemudian dibebaskan menceritakan tentang apa yang dialami para tahanan di tangan tentara Israel.

“Mereka menutup mata kami dan mengikat kami…. Kami diikat selama lebih dari sembilan jam dalam cuaca dingin,” kata petugas medis Mohammad Araj kepada AFP setelah dibebaskan.

“Mereka menyiksa siapa pun yang mereka inginkan. Kami biasa mendengar jeritan saat mata kami ditutup. Kami tidak tahu apa yang mungkin terjadi pada kami, apakah kami akan dibunuh atau dibiarkan hidup,” tambahnya.

Ketika dihubungi, pihak militer Israel tidak memberikan komentar atas tuduhan tersebut.

Rumah sakit, yang dilindungi hukum kemanusiaan internasional, telah berulang kali terkena serangan Israel di Jalur Gaza sejak dimulainya perang antara Israel dan Hamas pada 7 Oktober.

Militer menuduh Hamas memiliki terowongan di bawah rumah sakit dan menggunakan fasilitas medis sebagai pusat komando untuk merencanakan dan melakukan serangan terhadap tentara dan Israel. Tuduhan Israel itu telah dibantah oleh kelompok Islam tersebut.

Al-Ahli juga dikenal sebagai rumah sakit Baptist atau Ahli Arab, telah rusak parah akibat ledakan di tempat parkir mobilnya pada tanggal 17 Oktober, yang mengakibatkan sedikitnya puluhan kematian.

Kelompok militan Hamas dan Jihad Islam menuduh Israel, yang menyangkal bertanggung jawab dan menyalahkan roket jihad Islam yang salah sasaran atas ledakan tersebut.
(fas/detik)





17 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini