Water Fasting Lagi Populer, Diet Ekstrem Cuma Minum Air Putih

0

Jakarta – Berat badan ideal adalah hal yang ingin dicapai oleh banyak orang. Namun metode diet yang dilakukan terkadang tidak memberi dampak berkelanjutan atau bahkan mengakibatkan konsekuensi yang merugikan.

Water fasting merupakan salah satu metode diet yang membuat seseorang tidak makan makanan apapun dan hanya mengonsumsi air selama beberapa hari. Sebuah studi baru dari University of Illinois Chicago menyoroti keterbatasan metode diet ini.

Peneliti mengungkapkan bahwa meskipun awalnya akan berkontribusi pada penurunan berat badan, kalori yang hilang nantinya akan cepat didapatkan kembali. Hanya saja manfaat dari diet ini dinilai tidak akan bertahan lama.

Penulis penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition Reviews, Krista Varady mengatakan bahwa ia tidak menyebut diet ini buruk sama sekali, namun sebaiknya mencari bantuan profesional medis jika seseorang ingin mencobanya.

“Kesimpulan keseluruhan saya adalah saya kira Anda bisa mencobanya. Tetapi sepertinya akan membutuhkan banyak usaha dan semua manfaat metabolisme itu hilang,” ucap Varady dikutip dari Medical Daily, Rabu (5/7/2023).

Studi ini idenya bergantung pada beberapa kepercayaan bahwa metode puasa ini dapat meningkatkan laju metabolisme dan kadar kolesterol.

Mereka menganalisis studi yang ada tentang subjek tersebut dengan beberapa fokus pada puasa Buchinger. Puasa Bunchiner adalah metode puasa yang populer di Eropa melibatkan konsumsi jus dan sup dalam jumlah minimal tiap hari.

Ketika seseorang berpuasa, berat badan cenderung akan mengalami penurunan, khususnya dalam jangka pendek. Misalnya berpuasa dalam waktu 5 hari dapat menurunkan berat badan 4-6 persen. Jika berpuasa dalam waktu 7-10 hari dapat menurunkan berat badan 2-10 persen, sedangkan untuk puasa 15-20 hari bisa sebanyak 7-10 persen.

Water fasting yang kini makin populer harus dilihat secara hati-hati karena dinilai ekstrem dan butuh pengawasan medis. Studi terbaru menunjukkan bahwa manfaat penurunan berat badan mungkin hanya bersifat sementara.

Hal ini akhirnya menyebabkan berat badan akan kembali dengan cepat dan manfaat metabolisme mungkin tidak akan bertahan lama. Mencari bimbingan profesional diperlukan sebelum melakukan water fasting.

(avk/kna/detik