Zulhas Bilang Harga Telur Bisa Turun 2 Minggu Lagi Nih

0
Ilustrasi pedagang telur - Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta – Harga telur disebut akan stabil dalam dua minggu ke depan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

Memang harga telur ayam saat ini sedang mengalami kenaikan. “Mudah-mudahan 2 minggu lagi stabil,” kata Zulhas di Auditorium Kementerian Perdagangan, Kamis (15/6/2023).

Ia menjelaskan kondisi ini bermula saat Lebaran 1444 H kemarin, di mana harga telur sempat jatuh hingga Rp 25.000 per kilogram. Akibatnya banyak peternak telur memilih untuk menjual ayam petelur untuk mengurangi jumlah produksi.

Hal inilah yang kemudian membuat produksi telur terus mengalami penurunan hingga membuat harganya melejit. Bahkan berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), secara nasional saat ini harga telur rata-rata dibanderol sebesar Rp 32.600 per kilogram.

Padahal menurutnya, harga telur ayam dalam negeri baru dikatakan stabil bila sudah berada di kisaran Rp 28.000 per kilogram.

“Telur kalau mau untung itu Rp 28.000, dijual Rp 25.000. Akhirnya cutting (pemangkasan jumlah produksi telur). Ayam yang induk telur dijual aja sudah agar harganya naik. Telurnya kurang harganya naik,” jelasnya.

Namun penurunan tingkat produksi ini malah membuat kenaikan harga telur jadi berlarut-larut. Sebab menurutnya para peternak telur memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk meningkatkan jumlah produksi dalam negeri.

Dijelaskan untuk meningkatkan produksi telur, para peternak perlu membesarkan induk ayam hingga mereka cukup besar untuk bertelur.

“Untuk stabil perlu waktu lagi. Indukannya kan gak cepat, perlu waktu kira-kira, ini sudah 3 minggu mungkin 2 minggu lagi,” ungkap Zulhas.

(kil//detik)